03 April 2009

Demi Menjaga Mata & Hati Kita

Suatu kali, masih dalam suasana lebaran, Hamid dan istrinya diundang Rozi datang ke rumahnya. Setelah disepakati, akhirnya mereka datang pada hari Kamis setelah ashar. Rozi tinggal di kawasan Hay Tsamin, sedangkan Hamid tinggal di bilangan Hay `Asyir. Perjalanan dari Hay `Asyir ke Hay Tsamin hanya memakan waktu lebih kurang seperempat jam dengan mengendarai mobil.

Rozi dikenal sebagai seorang aktifis. Ia baru menyempurnakan setengah agamanya beberapa waktu yang lalu. Istrinya adalah rekan kerjanya disebuah organisasi yang pernah ia geluti. Rozi termasuk salah seorang figur yang dikenal luas dikalangan mahasiswa. Walau selalu menjadi Top Leaders dibeberapa organisasi yang pernah ia terjuni, ia juga termasuk mahasiswa yang berprestasi dibangku kuliah.

Tak heran banyak mahasiswi yang melirik padanya. Tapi Rozi bukan tipe cowok matre, ia punya prinsip dalam menentukan pilihan hidup. Baginya kecantikan bukanlah prioritas, yang paling utama adalah akhlak dan agama.

Sedangkan Hamid tak jauh berbeda dengan Rozi, ia juga seorang aktifis. Aktifitas Hamid lebih banyak dalam pergerakan dakwah. Ia juga termasuk figur dikalangan mahasiswa. Namanya sering tampil pada deretan teratas dalam setiap organisasi yang ia geluti. Hamid adalah seorang pribadi yang penuh hati-hati. Sebelum melangkah ia akan berpikir dua kali.

Hamid dan Rozi telah lama menjalin persahabatan sejak di Indonesia. Namun belakangan sejak mereka tiba di Mesir, mereka memilih aktifitas yang berbeda sehingga diantara mereka pun timbul perbedaan manhaj berfikir. Walau demikian, mereka tetap akur dan saling menghargai pandangan masing-masing. Persahabatan mereka tetap terjaga.

Rozi dan istrinya punya pikiran yang seirama. Dan karenanya mereka pun memadu cinta yang terbina dalam bingkai pernikahan. Risa, istri Rozi dikenal seorang akfitis di Kairo. Tulisan-tulisannya menyebar di buletin mahasiswa. Ide-idenya yang segar selalu mendapat respon positif dari pembaca. Selain cerdas, Risa juga seorang yang jelita. Ia bahkan jadi rebutan para mahasiswa, tapi sayang, cinta mereka tidak bersambut, buah cinta Risa jatuh pada Rozi. Rozi dan Risa memang pasangan yang serasi, sama-sama pintar, sama-sama gagah dan cantik dan sama-sama jadi rebutan.

Rima istrinya Hamid, juga dikenal seorang aktifis dikalangan mahasiswi. Dalam beberapa kesempatan ia sering diminta tampil memberikan materi dalam acara bedah buku, dialog, diskusi, kajian, seminar dan lain-lainnya.

Hamid dan Rima adalah pasangan yang serasi, sama-sama aktifis pergerakan dakwah dan punya komitmen yang sama. Mereka juga sama-sama punya daya tarik bagi lawan jenis. Hamid dengan perawakan tenang dan air muka yang selalu berseri, enak di pandang mata, cerdas dan taat. Sedangkan Rima, adalah wanita anggun dengan sikap penuh keibuan dan kasih sayang.

Kita kembali ke cerita awal, sesampai di depan pintu rumah Rozi, Hamid dan istrinya dipersilahkan masuk menuju ruang tamu. Di ruang tamu Risa telah menunggu kedatangan mereka.

Hamid dan Rima agak berat kaki melangkah menuju ruang tamu, mereka masih berdiri di depan pintu.

Rozi bertanya pada Hamid, "Ada apa Akhi ?"

Hamid menjawab, "Nanti akan saya jelaskan pada Akhi, saya minta istri kita di ruang dalam dan kita berdua di ruang tamu".

Rozi pun menyetujui dan ia tidak merasa keberatan. Mereka berdua duduk diruang tamu. Saling berbagi cerita dan pengalaman sambil menikmati makanan dan minuman yang telah dihidangkan Rozi.

Akhirnya rasa penasaran yang bergejolak dalam hati Rozi ingin segera ditumpahkan, ia bertanya pada Hamid, "Akhi, apa yang menjadi alasan Akhi sehingga antara kita dengan istri kita berpisah ruangan? Coba Akhi jelaskan alasan yang Akhi miliki"

Hamid hanya tersenyum, kemudian berkata, "Hanya ingin jaga mata dan hati kita".

"Hanya sebatas itu?", Rozi bertanya sambil mengernyitkan keningnya.

"Iya", jawab Hamid sambil kembali tersenyum.

Hamid melanjutkan, "Akhi, kita sudah sama-sama pernah belajar, sudah sama-sama tahu bahwa Allah telah perintahkan laki-laki yang beriman dan wanita-wanita yang beriman untuk selalu menjaga, menahan dan menundukkan pandangan mereka dari melihat segala sesuatu yang diharamkan Allah dan dari segala sesuatu yang akan dapat membangkitkan syahwat, karena itu lebih menyucikan hati.

Pandangan adalah umpama anak panah beracun dari syetan yang akan mengotori dan meracuni hati kita. Semakin sering mata melihat pada sesuatu yang akan mengotori hati, maka akan berkurang dan hilanglah lezatnya iman dalam hati dan nikmatnya beribadah.

Apa yang akan terjadi, kalau kita sama-sama duduk diruangan ini dengan istri-istri kita?

Kita tetap berbaik sangka, kita mungkin bisa saling menjaga, namun kita tidak tahu apa yang terjadi dalam hati. Dan mencegah lebih baik dari mengobati. Sebelum syetan lebih dulu menjerat kita dengan tipuannya, seorang mukmin harus lebih dahulu tahu akan hal itu.

Kalau kita duduk saling berhadapan, saya duduk dengan istri saya dan akhi duduk dengan istri akhi. Kemudian kita saling mengobrol, saling memandang, saling tertawa dan tersenyum. Bisa jadi terbersit dalam hati istri akhi ketika melihat saya rasa tertarik pada paras saya, senyum saya, mendengar suara saya dan seterusnya. Kemudian ia coba bandingkan antara saya dengan diri akhi yang telah ia kenal luar-dalam segala kekurangan dan kelemahan akhi. Dan ia menemukan ada daya tarik dari diri saya yang ia sukai tapi tidak ia temukan dalam diri akhi. Mungkin akan timbul sedikit penyesalan dalam hatinya, kenapa ia dahulu cepat-cepat menikah, sedangkan pria dihadapannya, lebih ganteng, lebih sopan, lebih manis senyumnya, lebih indah suaranya, lebih kekar tubuhnya, lebih pintar dan segalanya.

Apakah akhi ingin keadaan tersebut menimpa istri akhi? Tentu tidak bukan?! Begitu juga dengan saya, saya juga sangat cemburu bila istri saya punya perhatian dan daya tarik pada lelaki lain, saya ingin istri saya hanya milik saya seutuhnya.

Sebagaimana saya dan akhi tidak ingin hal itu terjadi pada istri-istri kita, istri-istri kitapun juga tidak ingin dihati suaminya ada wanita-wanita lain yang lebih membuatnya tertarik. Kalau kita saling bertemu, akhi melihat istri saya, rupanya ada sisi daya tarik yang akhi temukan pada dirinya, akhi bandingkan dengan istri akhi, yang mungkin suaranya kurang indah, kata-katanya kurang manis terdengar, budi bahasanya kurang elok dan lain-lainnya, singkatnya segala hal yang akhi dambakan, tapi tidak akhi temukan hal tersebut pada diri istri akhi. Barangkali syetan akan membisikkan dihati akhi rasa penyesalan, ah.., kenapa saya menikah terlalu cepat dahulunya, rupanya masih banyak wanita yang lebih jelita, anggun, dan cerdas dari istri saya saat ini. Dan hal itu juga mungkin bisa terjadi pada diri saya.

Apa yang saya utarakan hanya sebagai contoh, agar kita lebih berhati-hati dalam setiap perbuatan kita, jangan sampai kita memberi peluang pada syetan dan hawa nafsu untuk mencelakakan diri kita. Seorang mukmin harus cerdas.

Saya berbaik sangka, dugaan-dugaan diatas mungkin tidak akan terjadi diantara kita, tapi kita tidak bisa menjamin seutuhnya bahwa kita bisa selamat dari keadaan itu. Mungkin hari ini kita bisa tejaga, tapi kita tidak tahu dengan esok, lusa dan seterusnya. Jadi pada intinya mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Disamping itu saya ingin istri saya menjadi bidadari di dunia sebelum menjadi bidadari di sorga. Diantara karakteristik bidadari sorga adalah 'Qashiratut tharfi', maksudnya adalah ia hanya melihat, mamandang pada suaminya. Tidak ada pria yang ia kenal selain suaminya. Dan tidak ada pria yang lebih gagah dan ia cintai selain suaminya. Betapa indahnya hubungan tersebut.

Apa yang saya sampaikan hanyalah pandangan saya yang mungkin salah dan mungkin juga benar. Tapi inilah yang saya pahami selama pembelajaran saya sampai saat ini. Mungkin terkesan agak fundamental dikalangan sebagian orang, tapi mempertahankan agama di zaman yang fitnah telah tersebar dimana-mana ibarat memegang bara api".

Rozi tertegun mendengar penjelasan Hamid, ia manggut-manggut tanda setuju. Sejak saat itu kehidupan Rozi mulai berubah juga keadaan istrinya. Iapun nampak lebih alim. Kalau dahulu ia selalu gesit dalam kegiatan yang didalamnya ada ikhtilath dengan lawan jenis, sekarang semua itu berusaha ia hindari. Ketika ditanya kenapa ia berobah, ia menjawab "Saya telah bertobat".

* * *

Betapa berharganya seorang sahabat yang soleh. Sahabat yang tak ragu menyampaikan kebenaran. Sahabat yang melandasi persahabatan atas dasar ketaatan pada Allah. Sungguh beruntung orang-orang yang selalu mengambil manfaat dari sahabat yang soleh dan amat merugilah mereka yang mengabaikan keberadan mereka.

Sumber : marif_assalman@yahoo.com from Kairo


21 Februari 2009

Polos


Lembaran kertas putih merasa tak nyaman ketika baru saja keluar dari pabrik. Ia merasa bingung dengan kenyataan dirinya. Tidak ada garis, tulisan, atau warna apa pun kecuali putih. Tapi, wujudnya berbentuk buku seperti yang lain.

“Kok aku beda?” tanya si buku polos ke lembaran buku tulis yang lain. “Beda?” sergah salah satu buku tulis bergaris. “Iya. Coba perhatikan, kamu tercetak dengan garis-garis teratur. Ada yang kotak-kotak. Yang lainnya lagi bahkan ada yang tertulis dengan huruf berwarna disertai kartun lucu,” ucap buku polos bersemangat. “Sementara aku? Boro-boro kartun lucu, satu garis pun tak ada yang hinggap!” tambah si buku polos menggugat.

“Jadi, kamu tak terima?” tanya buku bergaris teratur, lembut. “Tentu saja! Ini tidak adil!” sergah si buku polos begitu spontan.

Semua terdiam. Semua jenis buku tulis mulai ambil jarak dengan buku polos. Mereka khawatir kalau ketidakpuasan bukan sekadar gugatan, tapi berubah jadi tindakan. Hingga...

Seorang anak manusia mengambil buku polos dengan tangan kecilnya. Lembaran buku tak bergaris dan berwarna itu pun dipandangi sang anak begitu tajam. Entah apa yang dilakukan, beberapa menit kemudian, buku polos itu tak lagi putih sepi. Ia sudah berubah menjadi halaman penuh warna. Ada goresan merah, hijau, biru, kuning, dan berbagai perpaduan warna lain.

Ketika buku itu ditinggalkan sang anak, beberapa buku lain datang menghampiri. Semua terperanjat. Karena lembaran yang semula polos, kini berubah menjadi bentuk lukisan penuh warna. “Aih indahnya!” gumam semua buku tulis begitu kagum.

Saat itulah, sang buku polos sadar. Selama ini, ia salah. Kepolosannya tanpa garis bukan bentuk penghinaan terhadap dirinya. Bukan juga ketidakadilan. Tapi, karena ia akan menjadi wadah berbagai goresan warna seni yang akan membentuk karya indah. “Ah, aku ternyata buku gambar!” ucap si buku polos akhirnya.
**

Hidup ini penuh warna. Hampir tak ada yang sama pada ciptaan Allah. Walaupun, masih sama-sama manusia. Ada yang kaya, cukup, dan kurang. Ada yang cantik, tampan; ada pula yang biasa saja. Ada yang berhasil dan sukses, tidak sedikit yang merasa gagal.

Tidak jarang, seorang anak manusia mengambil pandangan dari sudut yang sempit. Bahwa, kegagalan adalah sebuah ketidakberdayaan. Bahwa, belum tampaknya peluang-peluang berkarya adalah ketidakadilan. Hingga, jauhnya jodoh buat para lajang merupakan sebuah hukuman.

Cermati dan pelajari. Karena boleh jadi, di balik kegagalan ada rahasia kesuksesan. Di balik sempitnya peluang, ada ujian kemampuan. Di balik lajang yang berkepanjangan, ada pendidikan kemandirian. Dan di balik kertas polos, ada peluang warna-warni keindahan goresan kehidupan.

Sumber: muhammadnuh@eramuslim.com

30 Januari 2009

MANFAAT WORTEL DALAM MERAWAT DAN MENAMBAH KECANTIKAN

Wortel termasuk sayur-sayuran yang paling tua yang dikenal manusia. Manusia mulai mengonsumsi wortel setelah mengetahui beberapa manfaat kesehatan yang terkandung di dalamnya. Kono, orang-orang Yunani dan Romawi yang pertama kali mempublikasikan manfaat wortel ini. Dan informasi mengenai manfaat wortel itu didapat di dalam buku-buku mereka yang telah ditulis sejak 130 tahun sebelum masehi.

Wortel dikategorikan sebagai alat kecantikan yang utama, karena ia kaya akan vitamin A. Vitamin ini sangat penting untuk kesehatan dan kemulusan kulit, karenanya ia termasuk jenis sayuran alami yang bermanfaat untuk pemeliharaan kulit. Sebagaimana disampaikan oleh para ahli kecantikan, mengonsumsi jus (sari buah) wortel yang segar secara teratur akan memberikan pengaruh yang besar, seperti misalnya, mencegah timbulnya bintik dan noda hitam pada kulit, juga dapat memperindah warna kulit yang secara umum terlihat lebih bersih. Manfaat wortel tidak hanya untuk kulit saja, tapi juga untuk nutrisi rambut dan mata, karena kedua organ ini sangat membutuhkan vitamin A.
Sumber: Cantik Tanpa Makeup by Dr. Aiman al-Husaini

Mengapa komputer mengeluarkan bunyi beep panjang berulang-ulang saat pertama kali booting?

Bunyi beep pada motherboard sebenarnya memiliki arti tersendiri. Suara ini dikeluarkan oleh BIOS, dan bertujuan menyatakan keadaan yang saat itu terjadi.

Suara beep panjang dan berlangsung secara terus-menerus menandakan adanya masalah pada memory atau RAM. Hal ini terjadi karena memory tidak dapat diakses untuk penempatan alamat dari lokasi yang dipilih ke jalur alamat. Ada banyak kemungkinan yang menyebabkan memory tidak dapat diakses, yaitu:

Kemungkinan pertama, pemasangan memory yang kurang benar. Sehingga yang perlu dilakukan adalah mengecek kembali pemasangan memory pada slotnya.

Kemungkinan kedua, memory yang digunakan tidak compatible dengan motherboardnya. Untuk hal ini, silahkan baca kembali buku manual motherboard yang digunakan. Setiap motherboard memiliki pasangan memory sendiri-sendiri. Tidak semua memory bisa digunakan pada setiap motherboardnya.

Kemungkinan ketiga, memory mengalami kerusakan. Coba ganti memory tersebut dengan yang lain, namun tetap memperhatikan kompatibilitas motherboard dengan memory yang digunakan.

Sumber: Tanya Jawab Permasalahan Komputer (Andi Pulblisher)

29 Januari 2009

Kedudukan Birrul Waalidain Dibandingkan dengan Seluruh Amal Kebajikan

Birrul waalidain (berbakti kepada kedua orang tua) memiliki kedudukan yang tinggi, dan termasuk amalan yang berkedudukan paling tinggi. Alloh Subhaanahu wa ta’ala berfirman:

“Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak…” (An-Nisaa’ [4] : 36)

“Katakanlah, ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak…”. (Al-An’am [6] : 151)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…” (Al-Isro’ [17] : 23)

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Isroil, (yaitu) janganlah kamu menyembah selain Alloh, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak…”. (Al-Baqoroh [2] : 83)

Perhatikan nash-nash tersebut, bagaimana perintah untuk beribadah kepada Alloh tanpa mempersekutukan-Nya itu disebutkan, lantas diiringi dengan perintah untuk berbuat kepada kedua orang tua. Kemudian, perhatikan pula hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang dikeluarkan oleh Bukhori dan Muslim, dari ‘Abdulloh bin Mas’ud Rodhiallohu ‘anhu yang berkata,
“Saya pernah bertanya kepada Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Amalan apakah yag paling dicintai oleh Alloh ‘azza wa jalla?”
Beliau menjawab, “Sholat tepat pada waktunya.”
Ibnu Mas’ud bertanya, “Kemudian apa?”
Beliau bersabda, “Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.”
Ibnu Mas’ud bertanya, “Kemudian apa?”
Beliau bersabda, “Jihad fii sabiilillah.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Semua itu disabdakan beliau kepadaku. Andaikata aku meminta tambahan, tentu kedudukan berbakti kepada kedua orang tua lebih didahulukan daripada jihad fii sabiilillah (ini berlaku ketika hukum jihad masih fardhu kifayah), yang merupakan puncak tertinggi ajaran Islam.

Berbakti kepada kedua orang tua juga didahulukan daripada mencari ilmu sekalipun ilmu yang dicari adalah ilmu agama, apabila mencari ilmu di sini termasuk dalam kategori fardhu kifayah. Adapun apabila seseorang tidak mengetahui bagaimana ia bisa beribadah kepada Robbnya, bagaimana cara mentauhidkan-Nya, bagaimana tata cara melaksanakan sholat, atau bagaimana ia menjatuhkan talak apabila ia perlu menjatuhkan talak, maka dalam keadaan demikian mencari ilmu lebih didahulukan daripada berbakti kepada kedua orang tua.

Berbakti kepada kedua orang tua juga didahulukan daripada bepergian untuk mencari nafkah, jika seseorang sudah memiliki makanan yang cukup untuk menegakkan tulang punggungnya serta menghilangkan rasa laparnya dan rasa lapar seisi rumahnya, mempunyai rumah dan pakaian yang bisa melindungi tubuhnya, selama ia dalam keadaan aman dan tetap tinggal di negerinya, tidak takut adanya fitnah yang menyangkut agamanya atau terjadinya bencana yang tidak sanggup ditanggungnya.

Kemudian, perhatikan pula wasiat Alloh ‘azza wa jalla menyangkut kedua orang tua, yaitu dalam sejumlah ayat Al-Qur’an berikut ini:
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Alloh), sesungguhnya mempersekutukan (Alloh) adalah benar-benar kezholiman yang besar’. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (Luqman [31] : 13-15)

Sumber: Musthofa bin Al-'Adawi

01 November 2008

In Case U Didn't Know

Kebanyakan kaum muslimin, salah pengertian dengan masjid al aqsha yg sebenarnya. dikiranya masjid al aqsha itu yg berkubah emas seperti gambar di samping yg di sebelah kanan. tapi ternyata masjid al aqsha itu yg ada di sebelah kiri dari gambar tersebut. info ini pernah di muat di majalah islam anak2 favorit saya (Majalah Adzkiya).

Sumber : www.muslimaudio.com

20 Oktober 2008

Kesempatan Beramal Jariyah







Silahkan Link ke www.wahdah.or.id untuk info lebih lanjut. syukran wa jazaakumullaahu khair atas partisipasi antunna sekalian. baarokallaahu fiikum.